Salat Sunnah Gerhana dan Mitos Tentang Gerhana Bulan yang Melegenda

Feni Ike Kusuma 02 Juni 2021 13:38:57 WIB

Gilangharjo- Masjid-masjid di Gilangharjo menyelanggarakan salat Gerhana berjamaah pada Rabu petang (26/5) yang diikuti oleh warga setempat. Salat sunnah ini dikerjakan sebanyak 2 rakaat ketika gerhana bulan berlangsung, yang kemudian diakhiri dengan khotbah. Banyak warga mengaku, mereka sebelumnya tidak tahu mengenai informasi terjadinya gerhana bulan total ini. Akan tetapi, menjadi hal yang sangat disyukuri untuk datang ke masjid dan menjalankan ibadah gerhana sesuai yang disyariatkan. Seperti halnya Shintia (13), salah satu jamaah Masjid Al Furqoon Depok, ia mengaku senang bisa mengikuti salat gerhana berjamaah. Menurutnya, salat ini hanya dilakukan saat gerhana terjadi, di waktu yang spesial, sehingga ia tidak ingin melewatkan kesempatan.

Berdasarkan informasi yang beredar luas di internet, fenomena gerhana bulan total pada Mei 2021 ini berlangsung mulai pukul 16.45 dan berakhir pada 19.52 WIB. Durasi gerhana dihitung mencapai 3 jam 7 menit, yang mana 14 menit di dalamnya merupakan durasi gerhana bulan total. Gerhana ini bukan suatu fenomena yang berbahaya untuk dilihat. Warga dapat menyaksikan proses terjadinya secara langsung baik dengan mata telanjang maupun dengan alat bantuan.

Bahasan mengenai fenomena gerhana bulan tidak terlepas dari mitos atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa. Konon, masyarakat percaya, apabila mereka melihat bulan tertutup dan langit menjadi gelap gulita, itu adalah pertanda bahwa sosok bernama Bathara Kala hendak memakan bulan dan menelannya. Masyarakat yang panik kemudian memukul-mukul kentongan ataupun lengsung hingga suara terdengar nyaring dan gaduh. Suara-suara itu dipercaya dapat membuat Bathara Kala memuntahkan bulan sehingga bumi menjadi terang kembali. Cerita ini tentu menjadi bagian dari kekayaan mitos yang melegenda, namun perlu dimaknai secara mendalam bahwa fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Tuhan. [rh]

Komentar atas Salat Sunnah Gerhana dan Mitos Tentang Gerhana Bulan yang Melegenda

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License